Semarak Ukhuwah dan Semangat Khidmah: Ratusan Keluarga Besar Yayasan PPRQ Padati Acara Halalbihalal dan Mancing Bersama

SEKAMPUNG, LAMPUNG TIMUR — Dalam rangka merawat tali silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus menguatkan semangat pengabdian kepada Al-Qur’an, Yayasan Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an (PPRQ) menyelenggarakan acara akbar bertajuk Halalbihalal dan Mancing Bersama, Sabtu (4/4/2026).

Bertempat di Masjid Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an 3 Putri, Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini berlangsung dengan khidmat, sarat makna, dan diselimuti kehangatan tawa kekeluargaan.

Tingginya antusiasme terlihat dari kehadiran sekitar 250 peserta yang memadati lokasi acara. Mereka merupakan representasi utuh dari solidnya ikatan keluarga besar yayasan, yang mencakup jajaran pimpinan, pengasuhan, pengurus yayasan, dewan guru, kepala sekolah, hingga keluarga dari lima cabang pesantren. Kelima titik kekuatan tersebut meliputi PPRQ Pusat, PPRQ 1 Kampus Tamaddun, PPRQ 2 Trimurjo, PPRQ 3 Sekampung selaku tuan rumah, serta PPRQ 4 Jati Agung.

Keberkahan majelis ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya sesepuh dan tokoh sentral pesantren. Tampak berbaur di tengah para peserta, Mbah Muhadi Habib beserta istri selaku orang tua dari mendiang pendiri PPRQ, yang kehadirannya menjadi jangkar sejarah dan penguat sanad perjuangan bagi seluruh civitas akademika. Acara ini turut dimuliakan oleh kehadiran Umi Nyai H. Siti Rumzannah, barisan masyayikh seperti KH. Syamhudi Yusuf, KH. Mu’alim Ridwan, dan KH. Abdurrahman Alhafidz, jajaran Pimpinan Cabang seluruh PPRQ, serta para donatur setia pesantren.

Dalam sambutannya yang penuh inspirasi, Gus H. M. Yahya Mushthofa Kamal, S.Ag., Alhafidz, mengungkapkan bahwa agenda Halalbihalal ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga yang sengaja digilir di setiap cabang yayasan. Beliau menegaskan bahwa acara ini adalah langkah konkret untuk menyambung visi dan menyatukan seluruh elemen pesantren sepeninggal sang pendiri.

Gus Yahya mengingatkan kembali pesan luhur pendiri agar keluarga besar PPRQ tidak hanya sekadar mengajar, melainkan meniatkannya secara murni sebagai bentuk khidmah (pengabdian) kepada guru dan Al-Qur’an. Berkat dedikasi murni tersebut, beliau bersyukur melihat taraf hidup dewan guru yang semakin sejahtera, dikaruniai anak-anak yang saleh, salehah, dan cerdas, hingga mampu mengantarkan Roudlotul Qur’an mengukuhkan diri sebagai pesantren tahfidz terbesar di Provinsi Lampung.

Sebagai bentuk komitmen pada kemajuan pendidikan, Gus Yahya juga membawa kabar menggembirakan bahwa Yayasan PPRQ siap memfasilitasi beasiswa bagi dewan guru yang bertekad melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3.

Memasuki sesi Mauidzoh Hasanah, suasana khidmat seketika mencair menjadi hangat dan penuh gelak tawa berkat kepiawaian KH. Ikhsan Fuadi, Pengasuh PPHM Sekampung. Dengan gaya penyampaian khas pesantren yang diselingi guyonan-guyonan cerdas, pesan-pesan mendalam dapat tersampaikan dengan ringan ke dalam sanubari peserta.

Beliau mengingatkan bahwa seorang guru akan sangat merugi jika dedikasinya hanya diukur dengan lembaran gaji, sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Menekankan kemuliaan penuntut ilmu, KH. Ikhsan bahkan mengutip pesan gurunya: “Jika santrimu jam 2 malam bermain bola dan mengganggu tidurmu, jangan dimarahi, tapi pindahlah tempat tidurmu,” merujuk pada tingginya derajat santri di mata Allah SWT yang bahkan dinilai syahid jika wafat saat menuntut ilmu.

Beliau juga menyerukan pentingnya militansi mempromosikan pondok pesantren sebagai bagian dari syiar Islam yang meneladani ketangguhan Nabi Muhammad SAW, serta berpesan agar selalu memuliakan para penghafal Al-Qur’an tanpa memandang status sosialnya.

Pemaknaan mendalam mengenai tradisi tahunan ini turut diamini oleh perwakilan tenaga pendidik. Bapak Feri Juniansah, S.Pd., Guru SMP TMI RQ Metro, menyoroti esensi teologis dari Halalbihalal sebagai sarana penyelesaian dosa antarmanusia.

Mengutip sebuah hadis riwayat Bukhari, ia menjelaskan bahwa dosa kepada sesama manusia yang berkaitan dengan kehormatan atau harta tidak cukup hanya dengan bertobat kepada Allah, melainkan harus diselesaikan dengan meminta keridaan langsung dari pihak yang bersangkutan.

Senada dengan hal itu, Kgs. Anang Ghozali, S.Pd., Guru Matematika SMP Tamaddun (PPRQ 1), menyatakan bahwa acara lintas wilayah ini merupakan oase yang sangat esensial. Bagi para pengajar yang tersebar di berbagai kabupaten, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul, bertukar cerita dengan rekan seperjuangan, sekaligus menyelaraskan kembali langkah dan tujuan bersama demi kemajuan PPRQ Metro di masa depan.

Setelah asupan rohani dan keakraban di sesi istirahat, salat, dan makan (Ishoma), puncak kemeriahan meledak di area kolam pesantren melalui sesi Mancing Bersama. Panitia rupanya telah mempersiapkan kejutan luar biasa dengan menebar total 75 kilogram ikan, yang terdiri dari 40 kilogram ikan mas dan 35 kilogram ikan lele.

Ratusan kail milik perwakilan pengurus dan guru dari masing-masing unit saling bersaing memperebutkan tangkapan. Sorak-sorai riuh dan tawa lepas bergema di udara setiap kali joran melengkung tajam ditarik ikan berukuran besar.

Di bibir kolam tersebut, sekat-sekat struktural antara jajaran pimpinan yayasan, kepala sekolah, dan dewan guru seketika melebur dalam canda tawa dan kerja sama saling menyerok ikan. Puluhan kilogram hasil tangkapan hari itu akhirnya dibawa pulang oleh para peserta sebagai buah tangan penutup acara.

Rangkaian Halalbihalal dan Mancing Bersama ini pada akhirnya bukan sekadar tentang perayaan atau hobi memancing semata, melainkan menjadi potret otentik sebuah keluarga besar yang kokoh merawat harmoni, menjahit persaudaraan lewat joran dan kail, serta meneguhkan janji setia untuk terus berkhidmah membesarkan Roudlotul Qur’an.