METRO, LAMPUNG – Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an (PPRQ) Satu Kampus Tamaddun, Kota Metro, sukses menyelenggarakan acara Pelantikan dan Pengukuhan Mulahidz dan Mulahidzoh Masa Juang 2026–2027. Acara inaugurasi Tamaddun Weekly Meeting Organizers (TWMO) ini digelar pada hari Minggu, 3 Mei 2026, bertempat di Masjid Darul Qur’an PPRQ Satu Kampus Tamaddun. Mengusung tema “Creating Quality First Management by Leaders with Track Record of Integrity”, acara ini diselenggarakan langsung oleh pengurus pesantren dan menjadi tonggak awal dimulainya penegakan kedisiplinan bahasa di lingkungan pesantren tersebut.
Suasana khidmat sekaligus penuh kebahagiaan menyelimuti acara yang dihadiri oleh 11 santri peserta pelantikan serta 84 audiens. Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Satu Kampus Tamaddun, Gus H. Muhammad Yahya Musthofa Kamal, S.Ag., M.Pd., Al-Hafidz; Ummul Ma’had, Ummina Nyai H. Siti Rumzanah; Ketua Pelaksana, Ustadz H. Lion Fikyanto, Lc.; Kepala SMA Tamaddun RQ, Ustadz Chandra Widiyanto, S.Pd.; dan Kepala SMP Tamaddun RQ, Ustadz Herman Susilo, S.Pd.I., Gr.Dipandu oleh pembawa acara menggunakan paduan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, prosesi pelantikan berjalan dengan tertib.
Rangkaian inti diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), dilanjutkan dengan pengambilan ikrar janji pengurus yang dipandu langsung oleh pengasuh pesantren. Dalam ikrarnya, para pengurus baru bersumpah untuk menjadi teladan bagi seluruh santri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang baik dan benar. Mereka juga berjanji untuk bertanggung jawab dalam mengawasi, menggerakkan, dan menghidupkan mahkamah bahasa tanpa rasa pilih kasih, dendam, atau kekerasan, serta ikhlas berkhidmat demi kemajuan bahasa sebagai mahkota pesantren. Puncak prosesi ditandai dengan penyerahan secara simbolis berupa Kamus Besar Arab–Inggris dan Tongkat Disiplin Bahasa dari pengurus lama kepada pengurus baru sebagai penanda estafet perjuangan.
Nuansa religius yang berpadu dengan eratnya kebersamaan sangat terasa pada sesi sambutan. Ustadz Rafit Amsor dalam pesannya mengingatkan bahwa pencapaian besar sejatinya berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten, niat baik, serta keberanian untuk memulai meskipun di tengah keterbatasan. Sebagai bekal untuk melangkah, para pengurus baru juga mendengarkan Taujihat wal Irsyadat (arahan dan bimbingan) dari pengasuh pesantren. Gus H. Muhammad Yahya Musthofa Kamal menegaskan bahwa menjadi seorang mulahid berarti siap berjuang menegakkan disiplin dengan ikhlas. Beliau juga berpesan agar para pemimpin baru dapat bersikap adil, bijaksana, dan selalu mengingat bahwa kepemimpinan adalah sebuah pelayanan, bukan sekadar kekuasaan.
Secara keseluruhan, acara pelantikan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mengesahkan santri terpilih, menanamkan rasa tanggung jawab, membentuk jiwa kepemimpinan yang disiplin, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada pesantren. Seluruh rangkaian inaugurasi kemudian ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan besar agar amanah ini menjadi wasilah keberkahan ilmu bagi para pengurus baru.





